menjadi cinta hanya sesaat
Menjadi
cinta hanya sesaat
Pertemuan ini saat aku menjadi
panitia MOP (masa orientasi pramuka), hari itu semua peserta akan melaksanaka
penjelajahan yang setiap tahun slalu ada, pelaksanaan akan segera di mulai, aku
dan temanku azriel menuju tempat di mana kami harus membuat rintangan yang
membuat semua peserta terlihat sulit, aku dan azriel telah sampai di tempat dan
segera membuat rintangan itu, semua rintangan kita buat dengan ide kita berdua
setelah kita berdiskusi kami mempunya ide yang sangat xtrim, telah selesai
terbuat semua nya, kami berdua duduk menunggu peserta yang datang, tidak lama
kemudian datang peserta dari kelompok putri dengan nomor kelompok 12, azriel
memberi inrtuksi kepada mereka bagaimana cara bermainnya, mereka langsung mulai
bermain dengan waktu 10 menit, dan apabila mereka gagal mereka akan kena
coretan, yang kesempatan yang mencoret muka mereka adalah azriel, peserta
lanjut berjalan untuk ke pos selanjutnya, tiba-tiba datang lagi kelompok 1 dari
putra, disini azriel memaksa aku untuk memberi intruksi kepada mereka, setelah
memberi intruksi, mereka langsung melaksanakannya, dan mereka gagal karena
tidak kompak, aku mencoret muka mereka dari baris pertama sampai terakhir, di
baris terakhir aku tak sanggup mencoretnya, entah kenapa aku bisa begitu,
tiba-tiba aku merasakan yang aneh, yah terpaksa aku mencoret wajah dia, dengan
lumpur paling banyak.
Sudah beberapa jam dan akhirya
beres juga, aku dan azriel kembali kesekolah untuk mempersiapkan penutupan MOP (masa
orientasi pramuka), sebelum kami memepersiapkan itu semua, kami istirahat untuk
makan siang dulu, dan semua peserta membersihkan baju mereka yang kotor,
setelah selesai makan aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan kaki dan
bersiap untuk shalat dzuhur, setelah selesai berwudhu saya langsung
melaksanakan shalat dzuhur dengan karela, setelah selesai melaksanakan shalat
dzuhur, aku dan karela lupa dan kita terlambat untuk melaksanakan upacara,
setiba di lapangan ternyata aku dan karela, di hukum dan di jemur di depan
peserta upacara, dan aku tidak senaja menengok ke samping ternyata anak itu
bernama fiko, nah upacara telah selesai, kami semua meninggalkan lapangan dan
bersiap-siap untuk pulang.
Hari senin tiba, hari pertama adik
kelas 7 mulai pembelajaran, dan ini pun hari pertama aku menjadi siswi kelas 9.
Hari ini benar-benar istimewa untukku karena wali kelas yang begitu baik dan
penyabar dan teman-teman yang begitu asik untuk di ajak bermain dan berdiskusi,
aku sebangku dengan kina, dia baik sekali...
Sudah beberapa bualan terlewati
kini, ku begitu akrab dengan fiko, aku dan fiko selalu pergi bermain bersama,
fiko begitu baik, dan slalu sabar tapi cuek nya yang gak pernah hilang sampe
sekarang, fiko sangat menyenangkan untukku, dia selalu menghiburku, aku dan
fiko hanya berteman, tak ada perasaan yang lebih dari kita berdua.
2 bulan lebih aku dan fiko begitu akrab, aku merasa ada yang
aneh dengan perasaanku, tapi apa?? Apa aku jatuh cinta dengan fiko?? Fiko hanya
adik untukku. Saat sedang bingung tiba-tiba hanphone berdering, ternyata sms
dari fiko, fiko mengajak hari itu untuk bermain dangan ray, farel dan azkia.
Aku bersiap-siap untuk pergi bermain bersama mereka, tiba-tiba fiko mengajakku
untuk makan bersama, aku dan fiko pergi membeli makanan, tiba-tiba ray, farel
dan azkia datang “ cie cie cie”
“nah loh, kalian bertiga kenapa?? “ aku bertanya kepada ray,
farel dan azkia.
“hahah, ngga kenapa-kenapa ka, nanti juga tau sendiri” ray
menjawab
Tiba-tiba fiko jutek
“apa-apaan luh ray, apa kali maksudnya” kata fiko
“ngga ada apa-apa ko fik, gak usah munafik deh luh, nanti kualat
loh” kata ray
“ gimana elu aja deh ray”
kata fiko.
“udah dari pada ribut mending abisin tuh makanan kalian”
Makan-makan telah selesai kami akan
keliling bermain, karena temen ray bawa bola, mereka asik dengan main bola, nah
sedangkan aku, cuman duduk melihat mereka. Waktu telah larut sore dan kami,
bersiap-siap untuk pulang.
1 bulan ini kami jarang
berkomunikasi, entah kemana dia..aku merasa kehilangan dia di sini, dia tak
datang kepadaku untuk menghibur dan membuat ku tertawa. Apakah dia telah
menemukan seseorang yang lebih dariku, aku tidak tau itu semua, mungkin Bisa di
bilang “ya” atau “tidak”. Selama 1 bulan bersabar menunggu kabar darinya dan
akirnya dia datang.
Tiba handphone ku berbunyi, ternyata itu sms dari fiko
“ hello “ kata fiko
“ hahah, iyah, apa kabar kamu”
“baik”
“berubah banget, engga kaya kamu yang dulu, kemana kamu yang
dulu. “
“ mungkin, yang dulu telah pergi untuk selamanya, mungkin dia
tidak akan kembali lagi, kalo pengen dia kembali lagi, ajak dia untuk makan
siang bareng”
“oke, besok siang, aku tunggu di tempat biasa untuk makan
bareng”
Smsnya pun hanya di read _-
Hari ini adalah hari
yang berbeda dari biasanya, siang ini aku akan pergi untuk makan siang dengan
fiko, aku pergi ke tempat biasa, aku duduk bersama teman-teman ku untuk
menunggu fiko, tidak lama fiko datang dengan ray, ray langsung memesan makan,
sedangkan aku dan fiko hanya saling diam, dan saling main handphone, telah
beberapa menit kemudian aku nekat buat nanya duluan, nah tiba-tiba aku tidak
bisa melanjutkan pertanyaan itu, aku gugup, yah terpaks selama makan siang
cuman diem-diem doang. Selesai makan langsung main handphone lagi. Tiba-tiba
handphone ku berdring, ternyata itu adalah sms dari fiko, padahalkan deket kenapa
harus sms,, _-
“ kenapa diem aja” fiko
“ ngga kenapa-kenapa” aku
“ boleh ngomong gak?” kata fiko
“sok, aja atuh siapa yang larang” aku
“Takut aja gtu” fiko
“emang mau ngomong apa, sampe segitu seriusnya” aku
“mau gak jadi pacar saya_____________bla bla” fiko
“gimana yah :I, iyah “
Pertemuan pun selesai di sini, kami beranjak pergi dari tempat
itu untuk pulang, sesampainya di rumah aku istirahat, tiba-tiba handphone ku
berdring, ternyata ada pesan dari fiko.
“hey, pesek” fiko
“iyah, waduh mentang-mentang hidungnya mancung..”
“biarin, emang hidungnya pesekkan :D lagi apa kamu?”
“iyah geh emang hidungnya pesek, lagi diem aja”
“oh”
Sms pun tidak di lanjutkan, setelah selama 1 minggu, tidak
berkomunikasi, entah kemana dia selama ini, di sekolah dia tak hadir, tak lama
kemudia handphone ku berdring, ternyata telpon dari ray.
“hallo ka?”
“iyah, ada apa ray tumben telepone?”
“ka, fikoooo......”
“fiko kenapa?”
“fiko sakit ka, udah 1 minggu ini dia gak sekolah”
“ini gak bohong kan? Kenapa baru bilang sekarang”
“maaf ka fiko yang nyuruh ray, buat gak bilang sama kakak”
“yaudah makasih ya”
Telepon pun di tutup
Ternyata selama ini di tunggu dia sedang sakit, ketika aku akan
menjenguk dia dengan ray, ternyata dia sudah masuk sekolah, aku bertemu
dengannya, tapi dia diem dan cuek banget, kenapa yah? Apa mungkin dia marah ?
kenapa marah?
1 minggu pun tak terdengar suara handphone berbunyi, berharap
sms itu datang, tapi nyatanya tak ada, aku terus menunggu sampai jam 1 malam,
tetap saja sms itu tidak ada...
Tak lama sebuah sms masuk, dan itu dari fiko dia minta putus.
8 bulan kemudia
Tanpa basa-basi, kita
tidak mengungkit masa lalu, tapi kini kita hanya bisa berbincang dalam
kejauhan, fiko udah punya yang baru, “nah akuuu –__- ah sudahlah” kini aku
dengan fiko hanya sebatas adik dan kakak, fiko selalu bercerita tentang
hubungannya yang sekarang, fiko emang bener-bener gak berubah, jail dan anehnya
itu masih terlihat, bulan kemarin aku bertemu dengan fiko, azkia dan ray,
mereka sedang asik main basket, tiba-tiba ray memanggilku.
“ hai ka, apa kabar ? cie kesini mau ketemu fiko yah ? :D”
“ hai juga, baik, apa sih ray, kakak mau ketemu kalian semua”
“ yah, sabar yah fik, ternyata kakak gak kangen sama elu”
“ berisik luh ray, gak lucu, hai ka ? (tersenyum) aku kangen
kakak loh J “
“ udah-udah kalian tuh ribut mulu... hai juga fik, udah ngga
usah jail bikin orang ke Gran, jailnya tetep aja gak pernah hilang”
“ serius ka aku gak bohong, kalo jail aku hilang, nanti gak ada
yang bikin kakak tersenyum lagi :D”
“ehemmm terus aja, temennya dilupain deh “ ray dan azkia
“ hahah.... sorry ray, ki, “
Setelah beberapa lama
ngobrol karena udah sore juga, aku pamit untuk pulang, fiko nganterin aku
pulang, ray dan azkia mereka pulang berdua, hari ini seneng banget, aku dan
fiko hanya ngobrol biasa aja, setelah sampai di rumah
“ aku pulang dulu yah kakak pesek, makasih buat hari ini “
“ yaudah hati-hati yah, -___- sama-sama, “
Akhirnya setelah
beberapa bulan tanpa komunikasi dan sekarang kita saling berkomunikasi walaupun
jarang-jarang tapi aku seneng banget, kapan yah kita bisa kumpul lagi, main
bareng lagi, kangen banget sama suasana main bareng kalian, konyolnya ray,
nyebelinnya azkia, dramatisnya farel dan jailnya ray... J
Komentar
Posting Komentar